Doa Kanzul Arsy, yang juga dikenal sebagai "Gudang Arsy" atau "Kasyful Ghummah" (Pembuka Kesusahan), merupakan salah satu amalan doa yang sangat populer di kalangan masyarakat Muslim, khususnya di Indonesia. Doa ini sering ditemukan dalam kitab , sebuah kumpulan doa dan amalan harian yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Menurut berbagai rujukan seperti penjelasan dari , terdapat banyak fadhilah bagi pembaca doa ini, di antaranya: Moral Issues In Business 11th Edition doa kanzul arsy lengkap
Doa Kanzul Arsy memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya sangat istimewa: Doa Kanzul Arsy, yang juga dikenal sebagai "Gudang
Bismillaahir rahmaanir rahiim
(Arabic: دعاء كنز العرش, "The Treasure of the Throne") is a renowned supplication in certain Islamic spiritual traditions, particularly within the Nusantara (Malay-Indonesian) and Ottoman-influenced Sufi circles. It is not found in the major canonical hadith collections (Bukhari, Muslim, etc.) but is transmitted through later compilations of wird (liturgical litanies) and hizb (daily invocations). The prayer is revered for its perceived power in seeking protection, fulfilling needs ( hajat ), and warding off calamities. The word "Lengkap" (Indonesian/Malay for "complete") indicates the full version, which typically includes specific opening and closing formulas, repetitions of Divine Names, and salawat (blessings on the Prophet). It is not found in the major canonical
Meskipun tidak terdapat hadits shahih yang secara spesifik meriwayatkan lafal Doa Kanzul Arsy ini dari Nabi SAW (sebagian ulama menilainya sebagai doa ma'tsur dari para salaf atau karya ulama salaf yang diambil dari rangkaian ayat Al-Quran dan hadits), doa ini sangat populer karena kandungannya yang luar biasa dalam.
| Pro (Traditional Sufi) | Con (Salafi/Reformist) | |------------------------|-------------------------| | Permissible because it contains no shirk; the "treasure" is a metaphor for Allah's mercy. | The phrase "Treasure of the Throne" is not found in Qur'an or authentic Sunnah. | | Tawassul through the righteous (Shaykh Abdul Qadir) is allowed by majority of classical scholars (e.g., Nawawi, Ibn Hajar). | Tawassul through "status" or "treasure" of the Throne borders on speculative innovation. | | Many historical 'ulama in Indonesia, India, and Turkey practiced it. | The supplication was fabricated by later storytellers ( qussas ). |