Bacaan Tawasul Singkat Nu |link| -

As a member of Nahdlatul Ulama, Pak Karto had always been diligent in practicing the organization's teachings and traditions. He began by reciting the short Tawasul prayer, which went like this:

(Ya Allah, aku mohon dan bertawasul kepada-Mu dengan Nabi Muhammad SAW. Wahai Rasulullah, aku menghadapkan diri denganmu kepada Tuhanmu dan Tuhanku. Maka wahai Muhammad, aku bertawasul denganmu kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu, agar Dia mengampuni aku, kedua orang tuaku, dan seluruh muslimin-muslimat.) bacaan tawasul singkat nu

(Atau versi pendek: Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad) As a member of Nahdlatul Ulama, Pak Karto

Biasanya diawali dengan shalawat untuk memohon keberkahan. Maka wahai Muhammad, aku bertawasul denganmu kepada Allah

Setelah bacaan di atas, hadiahkan pahala kepada orang tua, guru, atau keluarga yang telah meninggal.

As he recited the prayer, Pak Karto's family listened attentively, their hands clasped together in reverence. They knew that Tawasul was a way to seek Allah's blessings and mercy, not just for themselves, but for all members of their community.